Sabtu, 06 Oktober 2012


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur  kami limpahkan pada kepada Allah SWT, karena atas karunia – nya kami dapat menyelesalkan penyusunan makalah ini. Makalah ini  disusun  untuk memenuhi tugas pelajaran IPA. Dalam isi makalah ini berisi atau akan menerangkan sedikit tentang limbah rumah tanggadan cara menaggulanginya.
Dalam penusunan makalah ini tentu sangat jauh dari kesempuranaan, baik dalam hal penataan kata yang tepat, penyusunan  yang lebih tepat, dan lain – lain.  Dengan denikian kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.
Akhir kata kami mengucapkan minta maaf jika dalam penyusunan makalah ini ada kesalahan dalam penulisan, penyusunan, pemilihan kata –kata  yang tepat dan sebagainya maklum kami baru belajar dan kami juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya pada Pak Hery   yang telah  membimbing kami sampai saat ini. Penulis juga berharap agar makalah ini dapat bermamfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.













Cihampelas


penulis

Daftar isi

Contents

 

 




BAB 1 PENDAHULUAN

A.   Landasan teori

a.       Pengertia
Limbah rumah tangga   adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol, bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.
b.      Jenis –jenis limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga dapat dibedakan menjadi 3  jenis yaitu sebagai berikut:
a.       Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
1)      jenis sampah demostik
Ø  Sampah organik
Sampah rumah tangga bersifat organik adalah segala sampah rumah tangga yang memiliki unsur karbon ( c ), dan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
Ø  Sampan anorganik
Sampah rumah tangga yang bersifat anorganik  adalah sampah yang tidak memiliki unsur karbon ( c ), penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.








Gambar: rumpukan sampah anorganik

2)      Dampak dari sampah rumah tangga
Dampak Terhadap Kesehatan Pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
*    Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
*    Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ).
*    Dampak Terhadap Lingkungan Cairan terhadap rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
*    Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana – mana

b.      Grey water
Greywater merupakan bagian dari limbah cair domestik yang proses pengalirannya tidak
melalui toilet, misalnya seperti air bekas mandi, air bekas mencuci pakaian, dan air bekas cucian dapur. Sekitar 60 – 85% dari total volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair
domestic. Bagian dari greywater adalah sekitar 75% dari total volume limbah
cair domestik , dikutip dari Eriksson et al . Penanganan greywater di Indonesia saat ini adalah langsung dibuang ke saluran drainase tanpa pengolahan sebelumnya. Saluran drainase penyalur greywater dan air hujan ini akan berujung di badan air permukaan atau di IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah). Berdasarkan data dari KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) tahun 2004, IPAL Bojongsoang yang berlokasi di Bandung baru bisa melayani 18.67 % limbah dari 2.250.000 penduduk Bandung, atau sekitar 420.000 jiwa. Sedangkan kebanyakan masyarakat hanya mengolah limbah blackwater mereka dengan membuat septic tank, tetapi tidak mengolah limbah greywater yang mereka timbulkan, sehinggahampir seluruh greywater yang ditimbulkan di kota Bandung mengalir ke badan air permukaan atau ke IPAL.
Karakteristik greywater pada umumnya banyak mengandung unsur nitrogen, fosfat, dan
potasium (Lindstrom, 2000). Unsur-unsur tersebut merupakan nutrien bagi tumbuhan, sehingga jika greywater dialirkan begitu saja ke badan air permukaan maka akan menyebabkan eutrofikasi pada badan air tersebut. Eutrofikasi adalah sebuah peristiwa dimana badan air menjadi kaya akanmateri organik, sehingga menyebabkan pertumbuhan ganggang yang pesat pada permukaan badan air tersebut. Peristiwa eutrofikasi ini dapat menurunkan kualitas badan air permukaan karena dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam badan air tersebut. Sebagai akibatnya, makhluk hidup air yang hidup di badan air tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik atau mungkin mati.
Gambar: limbah sisa cairan deterjen yang di buang ke sungai
Ø  Cara menggulangi dengancara yang membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL) SPAL ( saluran Pembuangan Air Limbah ) adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun selainnya yang dipergunakan untuk membantu air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengelolaan atau ke tempat pembuangan.
1)      Dampak dari Greywater

Unsur Organik
Standar
Kerugian
Nitrat
45 mg/L
Berbahaya untuk bayi, bisa
menyebabkan methemoglobinemia.
Phospor
4-15 mg/L
Dapat mengganggu kegiatan biota air, karena phosphor merupakan nutrient bagi pertumbuhan enceng gondok, ganggang, dan lain-lain. 
Belerang (gas H2S bercampur dengan gas CH4 dan gas CO2)
200 mg/L
Menyebabkan bau seperti telur busuk.


Kerugian grey water dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, baik kesehatan, lingkungan, maupun estetika. Bahan organik, anorganik, maupun gas yang  terkandung di dalam limbah cair rumah tangga dapat mencemari lingkungan serta menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, sebagian bahan tersebut diurai oleh mikroorganisme menjadi suatu senyawa yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Contoh bahan yang dapat diurai oleh mikroorganisme yaitu protein. Protein mengandung 16% unsur nitrogen. Bersama dengan urea, protein menjadi sumber nitrogen dalam air limbah.  Dekomposisi bakteri atau hidrolisis di dalam tubuh makhluk hidup, terurailah bahan organik tersebut menjadi ammonia nitrogen.  Proses penguraian protein menimbulkan bau busuk.  Di dalam standar kualitas buangan, kandungan nitrat dalam buangan air limbah tidak boleh lebih dari 45 mg/liter  
c.       Limbah hitam
Limbah hitam (bahasa Inggris: blackwater) adalah air limbah yang berasal dari buangan biologis seperti kakus, berbentuk tinja manusia, maupun buangan lainnya berupa cairan ataupun buangan biologis lainnya yang terbawa oleh air limbah rumah tangga bekas cuci piring, maupun limbah cairan dari dapur.
Setiap manusia rata-rata mengeluarkan 125-250 gram limbah hitam (tinja dan air kencing) per hari, sehingga ribuan ton limbah hitam diproduksi setiap harinya. Di luar jumlahnya, limbah hitam mengandung empat komponen berbahaya.
Gambar: limbah tinja yang di buang ke sungai menyebabkan air berwarna hitam
1)       Mikroba (seperti bakteri Salmonela typhi penyebab demam tifus dan bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, hepatitis A, dan virus penyebab polio). Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba termasuk bakteri koli-tinja (E. coli). 
2)       Materi organik berupa sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna dalam bentuk karbohidrat, enzim, lemak, mikroba, dan sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200-300 mg BOD5. Kandungan BOD yang tinggi mengakibatkan air mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna hitam. 
3)       Telur cacing. Prevalensi anak cacingan yang diakibatkan cacing cambuk dan cacing gelak bisa mencapai 70 persen dari balita di Indonesia 
4)       Nutrien yang umumnya merupakan senyawa nitrogen (N) dan fosfor (P) yang dibawa oleh sisa sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium, sedangkan fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia mengandung amonium sekitar 25 mg dan fosfat seberat 30mg. Senyawa nutrien memacu pertumbuhan ganggang (algae). Akibatnya warna air jadi hijau. Gangang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan air lainya mati. Fenomena yang disebut eutrofikasi ini mudah dijumpai, termasuk di waduk, danau, maupun balong-balong. 

B.   Rumusan masalah

1.       Bagaimana cara menanggulangi limbah rumah tangga?
2.        Apa dampak negatif dari limbah rumah tangga ? ( rumus masalah utama )
3.       Apa saja yang termasuk limbah rumah tangga?

C.    Tujuan penelitian

1.       Untuk  pengalaman bagi siswa
2.       Untuk mengetahui cara mengelola limbah rumah tangga
3.       Untuk pengetahuan umum tentang limbah rumah tangga

D.   Mamfaat penelitian

Supanya siswa dapat mepelajari tentang limbah rumah tangga, dan supanya siswa dapat menanggulangi  limbah khusunya limbah rumah tangga.




BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

A.    kajian teori

Timbulnya sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena: lendir  (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.
Selain itu, timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun.
Sampah anorganik yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
Gambar: sampah anorganik yang dibuang dalam waktu lama
Limbah cair rumah tangga berupa; tinja, deterjen, oli bekas, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.

B.    Rumusan hipotesis

1.       Hipotesis alternative=Ada danpak dari limbah rumah tangga
2.       Hipotesis nol: Tidak ada dampak dari limbah rumah tangga




BAB 3 METODE PENELITIAN

A.    Sarana penelitian

Sungai, pemperan dan tempat bembuangan samph  yang ada di lingkungan perdesana yang sering dijadikan tempat membuangnya limbah rumah tangga.

B.    Alat dan bahan

1.       alat
2.       bahan
a.       wadah air
b.      pisau
c.       sarung tangan
d.      4 buah pot
a.       ikan – ikan kecil dengan jenis yang sama
b.      sampah organik
c.       cairan deterjen dan sabun produk tang sama
d.      8 tanaman  tomat dengan jenis yang sama
yamg sama

C.    prosedur pelaksanaan penelitian

1.       persiapan penelitian
a.       siapkan alat dan bahan
b.      kumpulkan para anggota kelompok
c.       carilah lokasi untuk tempat penelitian
2.       Pelaksanaan penelitian
Ø  Percobaan 1
*    Masukan beberapah ikan-ikan  kecil ke dalam wadan  yang berisi air yang sama.
*    Berilah sampah organik ke dalam sala satu wadah dengah sedikit- sedikit dalam lebih waktu 1 minggu
*    Periksalah wadah setiap hari  yang telah di beri limbah dan tidak kemudian tulis hasilnya
Ø  Percobaan 2
*    Masukan limban anorganik yang telah di buang dalam waktu lama seperti sampah dari sungai ke dalam sala satu pot dan buat duan lapisan, setipa lapisan berisi sekitar 20% limbah anorganik dan 30% tahan dan pupuk.
*    Tanamlah  tanaman tomat ke dalam 2 pot masing-masing 2 yang satu berisi sampah anorgani dan yang satu lagi tidak
*    Periksalah kedua pot dan rawat seperti biasanya setiap hari dan kemudian tulis hasilnya
Ø  Percobaan 3
*    Masukan beberapah ikan ke dalam ke dua ember yang telah diberi airdan gangang
*    Masukan limbah limbah hitam ke salasatu embersetiap hari
*    Periksalah wadah yang telah di beri limbah hitam setiap hari dan tidak kemudian tulis hasilnya
Ø  Percobaan 4
*    Tanamlan  tanaman tomat ke dalam 2 pot masing-masing 2 yang telah berisi tanah dan pupuk
*    Masukan limbah Greywater seperti sisa cairan deterjen ke salasatu pot selama lebih dari minggu
*    Periksalah wadah yang telah di beri limbah Greywater tersebut setiap hari dan kemudian tulis hasilnya

C.     Hasil penelitian

Limban rumah tangga merupakan salasatu penyebab penyemaran lingkungan dan menimbulkan beberapah penyakit bagi manusia. Untuk lebih jelasnya silahkan di lihat  hasil penelitian di bawah ini:
1.       Limbah sampah anorganik rumah tangga menyebabkan akar tanaman tidak dapat menembus lapisan tahan dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang ini terbukti dari percobaan dua.tanaman yang berada pada  Pot yang berisai sampah anorganik hidupnya tidak terlalu subur dan akarnya tidak memembus 100% pada lapisan yang berisi sampah anorganik hanya sekitar 30% yang berhasil menembus lapisan sampah anorganik.
Gambar sampah anorganik
2.       Limban sampah organik rumah tangga mengakibatkan berubahan ekosistem, karna rembesan sampah organic yang di buang ke sungai dalam jumlah yang cukup besar akan mengakibatkan  organisasi termasuk ikan akan mati sehingga beberapa beberapah spesies akam lenyap. Selain tu sampah organic akan menimbulkan beberapah penyakit pada manusia seperti penyakit diare, jamur dan bau yang tidak sedap.
3.       Limbah hitam dalam volume yang melebihi batas dapat mengubah keadana air khususnya di sungai menjadi berbau yang tidak sedap, mengubah warna air menjadi hitam dan memacu pertumbuhan ganggang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan air lainya mati yang ada dalam sungai.ini terbukkti dari percobana 1 dalam kelompok 2 dengan hasil: wadah rang berisi limbah hitam pertumbuhan ganggang meningkat dan ikannya pun banyak yang mati dari pada wadah yang tidak berisi limbah hitam dan ikan masih hipud walaupun beberapah ekor dalam waktu bersamaan yaitu 1 minggu
4.       Greywater dapat mencemari lingkungan serta menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, sebagian bahan tersebut tidak dapat diurai oleh mikroorganisme menjadi suatu senyawa yang dapat menimbulkan bau tidak sedap, jika limbah Greywater di buang ke tempat yeng berisi mahluk hidup khususnya tamana akan mengganggu perkembangan tanaman tersebut  ini terbukti dari percobaan  4 dengan hasil: pada tanaman tomat yang di beri limbah Greywater dalam waktu 2 hari tanaman tomat tersebut mulai layu sedangkan tanaman yang tidak diberi limbah Greywater hidup normal dan dalam waktu kurang lebih 6 hari tanaman yang diberi limbah Greywater telah mati dan tanaman yang tidak diberi hidup subur.

D.  Cara Menanggulangi

1.       Sampah organik
Sampah organik di jadikan pupus dengan cara sebagai berikut:
Ø  Gali tanah sedalam 50-100 cm. Lubang dibuat dengan jarak minimal 10 meter dari sumur untuk menghindari tercemarnya sumur.
Ø  Isi lubang dengan sampah organik sisa dari tumah tangga yang telah ditiriskan.
Ø  Tutup atau taburi sampah dengan tanah secara berkala untuk mengurangi bau.
Ø  Jika telah penuh, tutup lubang dengan tanah.
Ø  Setelah tiga bulan, lubang dapat digali. Hasil galian dapat digunakan sebagai kompos sedangkan lubangnya dapat digunakan untuk membuat kompos kembali.
yang memiliki lahan terbatas membuat kompos dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Ø  Sediakan drum atau sejenisnya.
Ø  Lubangi kecil-kecil bagian dasar drum untuk rembesan air dari sampah.
Ø  Tanam drum dengan kedalaman sekitar 10 cm dari permukaan tanah.
Ø  Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari.
Ø  Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala.
Ø  Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos.
Ø  Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama tiga bulan.
Ø  Keluarkan isi drum dan angin-anginkan selama 2 minggu. Kompos sudah dapat digunakan.
2.       Sampah anorganik
Sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti botol-botol plastik, kardus, Koran, buku-buku, kaleng-kaleng bekas dan sebaginya dapat di daur ulang dengan cara memberikanya  ke pada pengumpul sampah, sampah sampah tersebut akan lebih berguna di tangan mereka. Sedangkan sampan anorganik seperti plastik yang basah maupun yang kering bias di bakar dengan membuat lubang di lingkungan terbuka dengan uluran 1x1 meter dengan kegalaman 1 meter untuk tempat pembakaran sampah tersebut.
3.       Limbah hitam
Sala satu Cara menanggulangi limbah hitam bisa dengan membuat Closet   dengan cara sebagai berikut:
Ruang closet (WC) dibuat tertutup ,  closet (WC) dengan lubang leher angsa dipasang, kemudian dibuat tangki kotoran dengan dinding kedap air. Untuk mengalirkan udara dari tangki keluar dipasang pula pralon berukuran kecil yang berbentuk huruf T. Kemudian dibuat sumur resapan yang didalamnya diisi kerikil, ijuk dan dinding peresapan berlubang-lubang. Pembuatannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 1. Pengelolaan Air Limbah Closet (WC)
Closet tersebut digunakan untuk membuang air kotoran manusia (tinja dan air seni). Closet perlu dijaga kebersihannya, yaitu dengan menggunakan karbol dengan takaran yang sesuai dengan aturan. Jangan masukkan benda-benda padat seperti : kerikil, batu, kertas, kain , plastik,dsb, karena dapat menyumbat saluran air. Peresapan air pada Closet tergantung dari kapasitas tangki/bak dan jenis tanahnya. Semakin kecil bak peresapan, maka akan semakin kecil resapannya.
Keuntungan menggunakan cara ini ialah mudah dibuat, sederhana, bahan-bahnya mudah didapatkan dan murah. Selain itu cara ini lebih baik, karena dapat mengurangi pencemaran sumber air bersih disekitarnya.  

BAB 4 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A.    DEKRISIP DATA

Dampak dari limbah rumah tangga bias menimbulkan penyakit ke pada kita sendiri dank e pada lingkungan hidup. Dampak ke kesehatah kita seperti akan timbul penyakit kulit, diare, infeksi pada tubuh manusia dan bahkan keracunan, penyakit – penyakit tersebut diakibatkan karena mengosumsi air yang telah dijadikan tempat pembuangan limban rumah tangga mereka sendiri seperti limbah tinja,airdeterjen dan sampah dalam volume yang sudah lewat batas.
Kepada lingkungan hidup dapat menimbulkan ganguan ke pada ekosistem jika terus dibuatkan, ini dikarnakan ikan – ikan banyak yang mati sebab limbah yang dibuang ke sungai seperti air sisa deterjen akan memicu pertumbuhan eceng gondok dalam jumlah yang cukup besar sehingga sinar matahari dan oksigen susah untuk masuk ke dakam air 

B.    Uji hipotesis

Rumusan hipotesis
Hipotesis nol
Hipotesis alternative
tidak ada dampak negative dari limbah rumah tangga
Teori yang salah terbukti karena seruruh ikan yang menjadi uji coba mati dan tumbuhan pun dalam waktu 3 hari dengan di beri di beri cairan deterjen setiap pagi hari berbeda dengan yang tidak biberi



Teoti yang bener(kesalahan II)
ada dampak negative dari limbah rumah tangga



Teoti yang salah (kesalah I)
Teoti yangbenar terbukti karena seruruh ikan yang menjadi uji coba mati dan tumbuhan pun dalam waktu 3 hari dengan di beri di beri cairan deterjen setiap pagi hari berbeda dengan yang tidak biberi












BAB 5 PENUTUPAN

A.  KESIMPULAN

Dari materi diatas dapat disimpulakan bahwa limbah rumah tangga dapat berpengarun negatif ke pada lingkungan dan kesehatan manusia jika kita membuangnya secara bebas, dimana saja sehingga dalam waktu yang cukup lama dan volumenya sudah melebihi batas akan berdampak negatif.

B.  Saran

Sebaiknya kita dalam membuang limbah rumah tangga harus mentaati pelaturan dan persyaratan yang di tentukan pemetrintah atau  jika bias kita dikelola terkebih dahulu baru kita buang               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar