KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami limpahkan pada kepada
Allah SWT, karena atas karunia – nya kami dapat menyelesalkan penyusunan
makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pelajaran IPA. Dalam isi
makalah ini berisi atau akan menerangkan sedikit tentang limbah rumah tanggadan
cara menaggulanginya.
Dalam
penusunan makalah ini tentu sangat jauh dari kesempuranaan, baik dalam hal
penataan kata yang tepat, penyusunan
yang lebih tepat, dan lain – lain.
Dengan denikian kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca.
Akhir
kata kami mengucapkan minta maaf jika dalam penyusunan makalah ini ada
kesalahan dalam penulisan, penyusunan, pemilihan kata –kata yang tepat dan sebagainya maklum kami baru belajar
dan kami juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang membantu dalam
penyusunan makalah ini, khususnya pada Pak Hery yang telah membimbing kami sampai saat ini. Penulis juga
berharap agar makalah ini dapat bermamfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya.
Cihampelas
penulis
Daftar isi
Contents
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Landasan teori
a.
Pengertia
Limbah rumah tangga adalah
limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa
sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol, bayam, slada dan lain-lain bisa juga
berupa kertas, kardus atau karton. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi
jika berasal dari sisa obat dan aki.
b.
Jenis –jenis limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga dapat
dibedakan menjadi 3 jenis yaitu sebagai
berikut:
a. Sampah
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep
buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya
produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi:
padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan
terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa
dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar
datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya
pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan
menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip
dengan jumlah konsumsi.
1)
jenis sampah demostik
Ø
Sampah organik
Sampah rumah tangga bersifat organik
adalah segala sampah rumah tangga yang memiliki unsur karbon ( c ), dan mudah
diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan
bahan organik. misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah,
dan daun.
Ø
Sampan anorganik
Sampah
rumah tangga yang bersifat anorganik
adalah sampah yang tidak memiliki unsur karbon ( c ), penghancurannya
membutuhkan waktu yang sangat lama. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di
alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan
tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan
dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga,
misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Gambar: rumpukan sampah anorganik
2)
Dampak dari sampah rumah tangga
Dampak Terhadap Kesehatan Pembuangan
sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi
beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing
yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah
sebagai berikut :
b. Grey water
Greywater
merupakan bagian dari limbah cair domestik yang proses pengalirannya tidak
melalui toilet, misalnya seperti air
bekas mandi, air bekas mencuci pakaian, dan air bekas cucian dapur. Sekitar 60
– 85% dari total volume kebutuhan air bersih akan menjadi limbah cair
domestic. Bagian dari greywater adalah
sekitar 75% dari total volume limbah
cair domestik , dikutip dari Eriksson
et al . Penanganan greywater di Indonesia saat ini adalah langsung dibuang ke
saluran drainase tanpa pengolahan sebelumnya. Saluran drainase penyalur
greywater dan air hujan ini akan berujung di badan air permukaan atau di IPAL
(Instalasi Pengolah Air Limbah). Berdasarkan data dari KLH (Kementerian
Lingkungan Hidup) tahun 2004, IPAL Bojongsoang yang berlokasi di Bandung baru
bisa melayani 18.67 % limbah dari 2.250.000 penduduk Bandung, atau sekitar
420.000 jiwa. Sedangkan kebanyakan masyarakat hanya mengolah limbah blackwater
mereka dengan membuat septic tank, tetapi tidak mengolah limbah greywater yang
mereka timbulkan, sehinggahampir seluruh greywater yang ditimbulkan di kota
Bandung mengalir ke badan air permukaan atau ke IPAL.
Karakteristik greywater pada umumnya
banyak mengandung unsur nitrogen, fosfat, dan
potasium (Lindstrom, 2000).
Unsur-unsur tersebut merupakan nutrien bagi tumbuhan, sehingga jika greywater
dialirkan begitu saja ke badan air permukaan maka akan menyebabkan eutrofikasi
pada badan air tersebut. Eutrofikasi adalah sebuah peristiwa dimana badan air
menjadi kaya akanmateri organik, sehingga menyebabkan pertumbuhan ganggang yang
pesat pada permukaan badan air tersebut. Peristiwa eutrofikasi ini dapat
menurunkan kualitas badan air permukaan karena dapat menurunkan kadar oksigen
terlarut di dalam badan air tersebut. Sebagai akibatnya, makhluk hidup air yang
hidup di badan air tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik atau mungkin mati.
Gambar:
limbah sisa cairan deterjen yang di buang ke sungai
Ø
Cara menggulangi dengancara yang
membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air
limbah (SPAL) SPAL ( saluran Pembuangan Air Limbah ) adalah perlengkapan
pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun selainnya yang dipergunakan
untuk membantu air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengelolaan atau ke
tempat pembuangan.
1)
Dampak dari Greywater
|
Unsur
Organik
|
Standar
|
Kerugian
|
|
Nitrat
|
45
mg/L
|
Berbahaya
untuk bayi, bisa
menyebabkan
methemoglobinemia.
|
|
Phospor
|
4-15
mg/L
|
Dapat
mengganggu kegiatan biota air, karena phosphor merupakan nutrient bagi
pertumbuhan enceng gondok, ganggang, dan lain-lain.
|
|
Belerang
(gas H2S bercampur dengan gas CH4 dan gas CO2)
|
200
mg/L
|
Menyebabkan
bau seperti telur busuk.
|
Kerugian grey water dapat dilihat dari berbagai
sudut pandang, baik kesehatan, lingkungan, maupun estetika. Bahan organik,
anorganik, maupun gas yang terkandung di
dalam limbah cair rumah tangga dapat mencemari lingkungan serta menyebabkan
berbagai penyakit. Selain itu, sebagian bahan tersebut diurai oleh
mikroorganisme menjadi suatu senyawa yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.
Contoh bahan yang dapat diurai oleh mikroorganisme yaitu protein. Protein
mengandung 16% unsur nitrogen. Bersama dengan urea, protein menjadi sumber
nitrogen dalam air limbah. Dekomposisi
bakteri atau hidrolisis di dalam tubuh makhluk hidup, terurailah bahan organik
tersebut menjadi ammonia nitrogen.
Proses penguraian protein menimbulkan bau busuk. Di dalam standar kualitas buangan, kandungan
nitrat dalam buangan air limbah tidak boleh lebih dari 45 mg/liter
c.
Limbah hitam
Limbah hitam (bahasa Inggris: blackwater) adalah air limbah yang berasal dari buangan biologis
seperti kakus, berbentuk tinja manusia, maupun
buangan lainnya berupa cairan ataupun buangan biologis lainnya yang terbawa
oleh air limbah rumah tangga bekas cuci piring, maupun limbah cairan dari
dapur.
Setiap manusia
rata-rata mengeluarkan 125-250 gram limbah hitam (tinja dan air kencing) per
hari, sehingga ribuan ton limbah hitam diproduksi setiap harinya. Di luar
jumlahnya, limbah hitam mengandung empat komponen berbahaya.
Gambar: limbah tinja yang di buang ke sungai menyebabkan air
berwarna hitam
1)
Mikroba (seperti bakteri Salmonela typhi penyebab
demam tifus dan bakteri Vibrio cholerae penyebab kolera, hepatitis A,
dan virus penyebab polio).
Tinja manusia mengandung puluhan miliar mikroba termasuk bakteri koli-tinja (E. coli).
2)
Materi organik berupa sisa dan ampas
makanan yang tidak tercerna dalam bentuk karbohidrat, enzim, lemak, mikroba,
dan sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan
200-300 mg BOD5. Kandungan BOD yang tinggi
mengakibatkan air mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna hitam.
3)
Telur cacing. Prevalensi anak cacingan
yang diakibatkan cacing cambuk dan cacing gelak bisa mencapai 70 persen dari balita di
Indonesia
4)
Nutrien yang umumnya merupakan senyawa
nitrogen (N) dan fosfor (P) yang dibawa oleh sisa sisa protein dan sel-sel
mati. Nitrogen keluar dalam bentuk senyawa amonium, sedangkan fosfor dalam
bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia mengandung amonium sekitar 25 mg dan
fosfat seberat 30mg. Senyawa nutrien memacu pertumbuhan ganggang (algae). Akibatnya warna air jadi
hijau. Gangang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan air
lainya mati. Fenomena yang disebut eutrofikasi ini
mudah dijumpai, termasuk di waduk, danau, maupun balong-balong.
B. Rumusan masalah
1.
Bagaimana cara menanggulangi limbah rumah
tangga?
2.
Apa
dampak negatif dari limbah rumah tangga ? ( rumus masalah utama )
3.
Apa saja yang termasuk limbah rumah tangga?
C. Tujuan penelitian
1.
Untuk pengalaman bagi siswa
2.
Untuk mengetahui cara mengelola limbah rumah
tangga
3.
Untuk pengetahuan umum tentang limbah rumah
tangga
D. Mamfaat penelitian
Supanya siswa dapat mepelajari tentang limbah rumah tangga, dan
supanya siswa dapat menanggulangi limbah
khusunya limbah rumah tangga.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
A. kajian teori
Timbulnya sampah
yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena: lendir (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah
juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan.
Selain itu, timbunan sampah dapat
menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom dan arsen
pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan,
merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain seperti oksida logam,
baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun.
Sampah anorganik yang menyebabkan lapisan
tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga
peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah
mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh
bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
Gambar:
sampah anorganik yang dibuang dalam waktu lama
Limbah cair rumah tangga berupa; tinja, deterjen,
oli bekas, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah
bahkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme
di dalam tanah.
B. Rumusan hipotesis
1.
Hipotesis alternative=Ada danpak dari limbah
rumah tangga
2.
Hipotesis nol: Tidak ada dampak dari limbah
rumah tangga
BAB 3 METODE PENELITIAN
A. Sarana penelitian
Sungai, pemperan dan tempat bembuangan
samph yang ada di lingkungan perdesana
yang sering dijadikan tempat membuangnya limbah rumah tangga.
B. Alat dan bahan
|
1. alat
|
2. bahan
|
|
a. wadah air
b. pisau
c. sarung tangan
d. 4 buah pot
|
a. ikan – ikan
kecil dengan jenis yang sama
b. sampah organik
c. cairan deterjen
dan sabun produk tang sama
d. 8 tanaman tomat dengan jenis yang sama
yamg sama
|
C. prosedur pelaksanaan penelitian
1.
persiapan penelitian
a.
siapkan alat dan bahan
b.
kumpulkan para anggota kelompok
c.
carilah lokasi untuk tempat penelitian
2.
Pelaksanaan penelitian
Ø
Percobaan 1
Ø
Percobaan 2
Ø
Percobaan 3
Ø
Percobaan 4
C. Hasil penelitian
Limban rumah tangga merupakan salasatu
penyebab penyemaran lingkungan dan menimbulkan beberapah penyakit bagi manusia.
Untuk lebih jelasnya silahkan di lihat
hasil penelitian di bawah ini:
1.
Limbah sampah anorganik rumah tangga
menyebabkan akar tanaman tidak dapat menembus lapisan tahan dan tidak tembus
air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan
jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan berkurang akibatnya tanaman sulit
tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang ini
terbukti dari percobaan dua.tanaman yang berada pada Pot yang berisai sampah anorganik hidupnya
tidak terlalu subur dan akarnya tidak memembus 100% pada lapisan yang berisi
sampah anorganik hanya sekitar 30% yang berhasil menembus lapisan sampah
anorganik.
Gambar
sampah anorganik
2.
Limban sampah organik rumah tangga
mengakibatkan berubahan ekosistem, karna rembesan sampah organic yang di buang
ke sungai dalam jumlah yang cukup besar akan mengakibatkan organisasi termasuk ikan akan mati sehingga
beberapa beberapah spesies akam lenyap. Selain tu sampah organic akan
menimbulkan beberapah penyakit pada manusia seperti penyakit diare, jamur dan
bau yang tidak sedap.
3.
Limbah hitam dalam volume yang melebihi batas dapat
mengubah keadana air khususnya di sungai menjadi berbau yang tidak sedap,
mengubah warna air menjadi hitam dan memacu
pertumbuhan ganggang menghabiskan oksigen dalam air sehingga ikan dan hewan air
lainya mati yang ada dalam sungai.ini terbukkti dari percobana 1 dalam kelompok
2 dengan hasil: wadah rang berisi limbah hitam pertumbuhan ganggang meningkat
dan ikannya pun banyak yang mati dari pada wadah yang tidak berisi limbah hitam
dan ikan masih hipud walaupun beberapah ekor dalam waktu bersamaan yaitu 1
minggu
4.
Greywater dapat mencemari lingkungan serta
menyebabkan berbagai penyakit. Selain itu, sebagian bahan tersebut tidak dapat diurai
oleh mikroorganisme menjadi suatu senyawa yang dapat menimbulkan bau tidak
sedap, jika limbah Greywater di buang ke tempat yeng berisi mahluk hidup
khususnya tamana akan mengganggu perkembangan tanaman tersebut ini terbukti dari percobaan 4 dengan hasil: pada tanaman tomat yang di
beri limbah Greywater dalam waktu 2 hari tanaman tomat tersebut mulai layu
sedangkan tanaman yang tidak diberi limbah Greywater hidup normal dan dalam
waktu kurang lebih 6 hari tanaman yang diberi limbah Greywater telah mati dan
tanaman yang tidak diberi hidup subur.
D. Cara Menanggulangi
1.
Sampah organik
Sampah organik di jadikan pupus dengan
cara sebagai berikut:
Ø
Gali tanah sedalam 50-100 cm. Lubang dibuat
dengan jarak minimal 10 meter dari sumur untuk menghindari tercemarnya sumur.
Ø
Isi lubang dengan sampah organik sisa dari tumah
tangga yang telah ditiriskan.
Ø
Tutup atau taburi sampah dengan tanah secara
berkala untuk mengurangi bau.
Ø
Jika telah penuh, tutup lubang dengan tanah.
Ø
Setelah tiga bulan, lubang dapat digali. Hasil galian
dapat digunakan sebagai kompos sedangkan lubangnya dapat digunakan untuk
membuat kompos kembali.
yang
memiliki lahan terbatas membuat kompos dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
Ø
Sediakan drum atau sejenisnya.
Ø
Lubangi kecil-kecil bagian dasar drum untuk
rembesan air dari sampah.
Ø
Tanam drum dengan kedalaman sekitar 10 cm dari
permukaan tanah.
Ø
Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum)
setiap hari.
Ø
Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji,
atau kapur secara berkala.
Ø
Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan
diamkan selama tiga bulan.
Ø
Keluarkan isi drum dan angin-anginkan selama 2
minggu. Kompos sudah dapat digunakan.
2.
Sampah anorganik
Sampah anorganik yang dapat didaur
ulang seperti botol-botol plastik, kardus, Koran, buku-buku, kaleng-kaleng
bekas dan sebaginya dapat di daur ulang dengan cara memberikanya ke pada pengumpul sampah, sampah sampah
tersebut akan lebih berguna di tangan mereka. Sedangkan sampan anorganik
seperti plastik yang basah maupun yang kering bias di bakar dengan membuat
lubang di lingkungan terbuka dengan uluran 1x1 meter dengan kegalaman 1 meter
untuk tempat pembakaran sampah tersebut.
3.
Limbah hitam
Sala satu Cara menanggulangi limbah
hitam bisa dengan membuat Closet
dengan cara sebagai berikut:
Ruang closet (WC) dibuat tertutup , closet (WC) dengan lubang leher angsa
dipasang, kemudian dibuat tangki kotoran dengan dinding kedap air. Untuk
mengalirkan udara dari tangki keluar dipasang pula pralon berukuran kecil yang
berbentuk huruf T. Kemudian dibuat sumur resapan yang didalamnya diisi kerikil,
ijuk dan dinding peresapan berlubang-lubang. Pembuatannya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini
Gambar 1.
Pengelolaan Air Limbah Closet (WC)
Closet
tersebut digunakan untuk membuang air kotoran manusia (tinja dan air seni).
Closet perlu dijaga kebersihannya, yaitu dengan menggunakan karbol dengan
takaran yang sesuai dengan aturan. Jangan masukkan benda-benda padat seperti :
kerikil, batu, kertas, kain , plastik,dsb, karena dapat menyumbat saluran air.
Peresapan air pada Closet tergantung dari kapasitas tangki/bak dan jenis
tanahnya. Semakin kecil bak peresapan, maka akan semakin kecil resapannya.
Keuntungan
menggunakan cara ini ialah mudah dibuat, sederhana, bahan-bahnya mudah
didapatkan dan murah. Selain itu cara ini lebih baik, karena dapat mengurangi
pencemaran sumber air bersih disekitarnya.
BAB 4 ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A. DEKRISIP DATA
Dampak dari limbah rumah tangga bias
menimbulkan penyakit ke pada kita sendiri dank e pada lingkungan hidup. Dampak
ke kesehatah kita seperti akan timbul penyakit kulit, diare, infeksi pada tubuh
manusia dan bahkan keracunan, penyakit – penyakit tersebut diakibatkan karena
mengosumsi air yang telah dijadikan tempat pembuangan limban rumah tangga
mereka sendiri seperti limbah tinja,airdeterjen dan sampah dalam volume yang sudah
lewat batas.
Kepada lingkungan hidup dapat
menimbulkan ganguan ke pada ekosistem jika terus dibuatkan, ini dikarnakan ikan
– ikan banyak yang mati sebab limbah yang dibuang ke sungai seperti air sisa
deterjen akan memicu pertumbuhan eceng gondok dalam jumlah yang cukup besar
sehingga sinar matahari dan oksigen susah untuk masuk ke dakam air
B. Uji hipotesis
|
Rumusan hipotesis
|
Hipotesis nol
|
Hipotesis alternative
|
|
tidak
ada dampak negative dari limbah rumah tangga
|
Teori
yang salah terbukti karena seruruh ikan yang menjadi uji coba mati dan
tumbuhan pun dalam waktu 3 hari dengan di beri di beri cairan deterjen setiap
pagi hari berbeda dengan yang tidak biberi
|
Teoti
yang bener(kesalahan II)
|
|
ada
dampak negative dari limbah rumah tangga
|
Teoti
yang salah (kesalah I)
|
Teoti
yangbenar terbukti karena seruruh ikan yang menjadi uji coba mati dan
tumbuhan pun dalam waktu 3 hari dengan di beri di beri cairan deterjen setiap
pagi hari berbeda dengan yang tidak biberi
|
BAB 5 PENUTUPAN
A. KESIMPULAN
Dari materi diatas dapat
disimpulakan bahwa limbah rumah tangga dapat berpengarun negatif ke pada
lingkungan dan kesehatan manusia jika kita membuangnya secara bebas, dimana
saja sehingga dalam waktu yang cukup lama dan volumenya sudah melebihi batas
akan berdampak negatif.
B. Saran
Sebaiknya kita dalam membuang
limbah rumah tangga harus mentaati pelaturan dan persyaratan yang di tentukan
pemetrintah atau jika bias kita dikelola
terkebih dahulu baru kita buang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar